
Pasangan Ini Dapat Transferan Nyasar Rp87 Miliar
Langsung Foya-Foya, Pasangan Ini Dapat Transferan Nyasar Rp87 Miliar
Pasangan Ini Dapat Transferan Nyasar Rp87 Miliar Saldo di rekening tiba-tiba punyai nominal miliaran benar-benar sangat menggembirakan. Tetapi, bisa menjadi musibah saat uang itu bukan punya sendiri, tetapi transferan nyasar.
Ini, sama seperti yang dirasakan oleh pasangan suami-istri asal Selandia Baru. Mereka tiba-tiba menjadi jutawan dan hidup foya-foya sesudah bank salah transfer ke rekening mereka sebesar NZD 10 juta atau lebih dari Rp 87,4 miliar.
Bahkan juga, cerita hidup mereka ini selanjutnya dipilih jadi sebuah film dengan judul “Runaway Millionaire”.
Merilis dari situs Stuff.co.nz, cerita mereka di awali saat Hui “Leo” Gao yang di sebut si suami ajukan utang NZD100.000 ke bank Westpac untuk menolong usaha pompa bensinnya yang berusaha di Rotorua, Selandia Baru, pada 2009.
Baca juga: Indonesia Open 2024: Dejan/Gloria Tundukkan Juara Dunia
Westpac
Utang itu di sepakati oleh Westpac. Bencana ada saat seorang karyawan bank lakukan kekeliruan dengan menambah sejumlah 0, jadikan Gao sebagai hartawan kejutan.
Gao dan istrinya, yakni Kara Hurring, mengetahui jika uang itu bukan punya mereka. Tetapi, mereka kalap dengan masih tetap nikmati tiap helai uang kontan itu. Bahkan juga waktu itu mereka memilih untuk larikan diri ke China.
Gao sempat mentransfer US$ 6,782.000 uang punya bank itu ke rekening pribadinya saat sebelum ia dan Hurring larikan diri ke China. Gao pergi terlebih dahulu pada 29 April 2009, dengan Hurring di perhitungkan meng ikutinya pada 3 Mei.
Walau Gao dan Hurring larikan diri ke China, faksi bank belum juga mengetahui ada kekeliruan transfer uang pada akun punya Gao. Adapun faksi bank baru mengetahui ada kekeliruan transfer pada rekening punya Gao pada 5 Mei 2009.
Sesudah bank mengetahui ada kekeliruan, baru faksi bank berusaha untuk memperoleh lagi. Karena Gao dan Hurring telah larikan diri, faksi bank juga minta pada pihak berwajib di Selandia Baru untuk lakukan penangkapan pada pasangan ini.
Pemburuan internasional
Pemburuan internasional pada akhirnya di laksanakan ada kontribusi dari interpol. Pada akhirnya Gao di amankan sukses di amankan interpol ketika akan seberang dari China ke Hong Kong pada September 2011, dua 1/2 tahun sesudah polisi Rotorua lakukan penyidikan.
Sepandai-pandainya tupai melonjak pada akhirnya akan jatuh . Gao sukses ketangkap sesudah timbulnya “red alert/ peringatan merah” Interpol saat dia coba melewati tepian dari dataran China ke Hong Kong.
Waktu itu surat perintah Interpol mengatakan Gao di cari oleh Pengadilan Area Rotorua, Selandia Baru atas dakwaan perampokan dan pencucian uang.
Karena itu waktu itu Gao langsung di tahan oleh faksi migrasi Hong Kong. Selanjutnya Gao hadapi hakim loyalitas di Pengadilan Magistrat Timur di Sai Wan di akhir September dan di tampik agunan.
Ia di balikkan ke tahanan untuk ada di pengadilan kembali pada 28 Oktober. Sesudahnya ia datang di Selandia Baru dalam tahanan dua detektif di bulan Desember 2011. Gao di bebaskan agunan sampai vonis di jatuhkan pada 24 Agustus di Pengadilan Area Rotorua.
Sementara itu pasangannya Hurring habiskan 22 bulan di China saat sebelum ia di amankan pada Februari. Sesudah lakukan perjalanan kembali lagi ke Auckland untuk memperoleh paspor putrinya, Leena.
Dia di pastikan bersalah oleh juri Pengadilan Area Rotorua atas 30 dakwaan perampokan, coba memakai kartu bank secara tidak bisa di percaya, dan pencucian uang internasional.
Kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya keamanan finansial dan kewaspadaan dalam mengelola transaksi perbankan. Meskipun terkadang kita bisa mengalami kejutan seperti ini, tetap penting untuk tetap bertindak dengan bijak dan mengikuti prosedur yang ada agar tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.